Keong sawah atau Tutut ternyata menyimpan kandungan gizi
tinggi, menurut Positive Deviance Resource Centre khasiatnya ini karena keong
sawah mengandung kandungan protein 12% , kalsium 217 mg, rendah kolesterol, 81
gram air dalam 100 gram keong sawah, dan sisanya mengandung energi, protein,
kalsium, karbohidrat, dan phosfor.
Kandungan vitamin pada keong sawah cukup tinggi, dengan
dominasi vitamin A, E, niacin dan folat. Keong sawah juga mengandung zat gizi
makronutrien berupa protein dalam kadar yang cukup tinggi pada tubuhnya. Berat
daging satu ekor keong sawah dewasa dapat mencapai 4-5 gram.
Selain makronutrien, tubuh keong sawah juga mengandung
mikronutrien berupa mineral, terutama kalsium yang sangat dibutuhkan oleh
manusia. Dengan pengelolaan yang tepat, tutut dapat dijadikan sumber protein
hewani yang bermutu dengan harga yang jauh lebih murah daripada daging sapi,
kambing atau ayam.
Keong sawah banyak dikonsumsi secara luas
di berbagai wilayah Asia Tenggara dan memiliki nilai gizi yang
baik karena mengandung protein yang cukup tinggi. Meskipun demikian,
kewaspadaan perlu diberikan karena keong sawah adalah inang dari
beberapa penyakit parasit. Selain itu, hewan yang diambil dari dekat
persawahan dapat menyimpan sisa pestisida di dalam tubuhnya.
*Sumber: dari berbagai sumber